Minggu, 31 Oktober 2010

individu, keluarga dan sosial


3.853 Kasus Narkoba libatkan siswa SD

Jakarta (Espos) Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia semakin memprihatinkan. Angka terbaru di Badan Narkotika Nasional (BNN), penyalahgunaan Narkoba di tingkat sekolah dasar (SD) menunjukkan angka yang mencengangkan, yakni mencapai 3.853 kasus.

Jumlah tersebut hanya terhitung sampai bulan Juni 2007. Dari bulan Juli 2007 sampai Februari 2008 belum dihitung.
Kepala Pelaksana Harian BNN, Komjen Made Mangku Pastika menyatakan dengan angka temuan BNN itu, Narkoba seharusnya menjadi permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. “Apalagi penyalahgunaan Narkoba itu sudah mulai marak di ditingkat pendidikan dasar,” ujar mantan Kapolda Bali itu kepada wartawan sebagaimana dikutip dari kompas.com, Kamis (14/2).
Mangku Pastika mengingatkan, tingginya angka penyalahgunaan Narkoba di tingkat usia dini ini sangat mengagetkan. Menurut Mangku Pastika, angka yang paling banyak terjadi penyalahgunaan Narkoba terjadi di tingkat SLTA.

Sampai pada bulan Juni 2007, penyalahgunaan pada pelajar berseragam abu-abu putih ini sudah mencapai angka 22.225 kasus. Sementara di tingkat pelajar SLTP angka penyalahgunaan Narkoba mencapai 6.853 kasus.
Urutan peringkat berikutnya adalah pada anak-anak sekolah dasar, yakni 3.853 kasus, atau jauh lebih banyak dibanding tingkat penyalahgunaan di tingkat perguruan tinggi, yakni hanya tercatat 764 kasus. -
dni

Solopos.
Edisi : Jum'at, 15 Februari 2008 , Hal.XI

pemecahan masalah
Kasus diatas sangat memprihatinkan, apalagi dilihat dari jumlahnya yang sudah mencapai ribuan. ini merupakan tanggung jawab bersama,
biarkan pemerintah menjalankan tugasnya, dan kita fokus dengan pribadi kita masing-masing. cara penanggulangan dari masalah ini adalah dengan memberikan peringatan keras terhadap anak agar tidak mengkonsumsi jenis makanan apapun dari orang yang tidak dikenal. biasa na teknik yang digunakan oleh pengedar untuk anak sekolah dasar adalah berbentuk permen atau pun cokelat, sehingga anak-anak itu mudah tergiur, kemudian perhatian dari keluarga terutama orang tua sangat penting, sebagai orang tua harus memantau stiap kegiatan si anak tetapi tidak harus mengekang, dan dukungan dari masyarakaty tidak kalah pentingnya, masyarakat sekitar harus berperan aktif dalam mengawasi orang ataupun tamu yang gerak geriknya mencurigakan. dengan partisipasi dari berbagai pihak mudah-mudahan dapat meminimalisir pengedaran narkoba dilingkungan anak sekolah.
sumber :

http://sarisolo.multiply.com/journal/item/39/MENGERIKAN.....3.853_Kasus_Narkoba_libatkan_siswa_SD_

0 komentar:

Posting Komentar