Minggu, 31 Oktober 2010

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Para Pemilik Istana Berharga Selangit

Rumah milik Mukesh Ambani (Foto: Daylife)

SEBUAH tempat tinggal sering menjadi identitas penting dalam strata ekonomi seseorang. Sehingga, tidak heran jika rumah sering menjadi perhatian dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Akhirnya ke sanalah banyak dana dikucurkan. Baru-baru ini miliarder asal India Mukesh Ambani mencengangkan dunia dengan rumah mewahnya. Orang terkaya di India ini membangun rumah dengan harga yang ditaksir mencapai 630 juta poundsterling (Rp9 triliun). Sebagaimana diberitakan The Telegraph pada 15 Oktober lalu, Ambani membuat gedung pencakar langit sebagai rumahnya yang baru. Rumah itu berlokasi di Mumbai, kota yang 55 persen penduduknya hidup dalam kemiskinan.

Pembangunan rumah supermahal ini mengagetkan banyak kalangan. Sebab, Ambani sebelumnya dikenal sebagai orang rendah hati dan tidak suka memamerkan kekayaannya secara mencolok. Hal ini bisa dilihat dari cara berpakaian, bersikap, maupun berbicara. Pembangunan “istana” ini tentunya mencengangkan banyak kalangan dan juga mengubah persepsi orang tentang Ambani.

Bangunan ini menjadi sisi lain Ambani yang selama ini dikenal dengan kesederhanaannya. Mereka menilai sungguh ironi, bangunan megah yang dinamakan Antilia itu berada di kota yang lebih dari setengah penduduknya hanya sanggup meraup pendapatan sekira USD2 per hari. Dilihat dari kekayaan yang dimiliki, sebenarnya bukanlah hal yang aneh jika Ambani memiliki istana supermewah ini. Ambani merupakan pemilik Reliance Industries, perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan, bisnis eceran, dan konglomerasi bioteknologi.

Dalam daftar orang terkaya yang dikeluarkan Forbes, Ambani menempati peringkat ke-4 di dunia dengan kekayaan USD29 miliar. Dengan kekayaan sebesar itu, Ambani juga mencatatkan sebagai orang terkaya di Asia. Kekayaan Ambani diprediksikan akan terus meningkat. Penyandang gelar Bachelor of Arts bidang Science dari Universitas Bombay ini, dalam laporan “2020, What Happens Next”, kekayaannya diprediksi akan melebihi Carlos Slim Helu yang sekarang di posisi pertama.

Sebagaimana laporan Forbes kekayaan Carlos Slim sebesar USD53,5 miliar. Bersama istri dan tiga anaknya, Ambani dikabarkan telah menempati rumah yang memiliki 27 lantai yang jika digabungkan luas keseluruhannya mencapai 37 ribu meter persegi. Rumah ini diberi nama Antilia, nama sebuah kota dalam dongeng. Antilia dipastikan lebih luas ketimbang Istana Versailles, bangunan bersejarah kebanggaan Prancis.

Dari puncak rumah setinggi 173 meter itu tampak pemandangan Kota Mumbai dan Laut Arab. Dengan harga yang mencapai Rp9 triliun, Antilia dipastikan tercatat sebagai tempat tinggal termahal di dunia. Harga Antilia lebih mahal dibanding One Hyde Park Penthouse. Hunian yang terletak di London, Inggris, ini terjual seharga 140 juta poundsterling Agustus 2010 lalu.

Layaknya hotel berbintang lima, Antilia memiliki banyak fasilitas, seperti sebuah kolam renang, ballroom, beberapa kamar tamu, sejumlah lounge, dan bioskop dengan 50 tempat duduk. Untuk “menyemarakkan” rumah, Ambani menambahkan sebuah ruang kebugaran dan studio tari. Sejumlah fasilitas pendukung lain dibangun untuk Antilia, seperti tiga zona pendaratan helikopter (helipad) tersedia di atas atap bangunan untuk memperlancar transportasi.

Tempat parkir yang mampu menampung 160 kendaraan juga disediakan di rumah mewah ini. Di rumah ini terdapat pula taman gantung empat lantai yang dirancang untuk menjaga ruangan tetap dingin di musim panas dan hangat di musim dingin. Penghuni rumah maupun tamu tak perlu banyak berkeringat menuju setiap bagian rumah lantaran bangunan itu mengoperasikan sembilan lift. Untuk memastikan semua berjalan dengan baik, Ambani mempekerjakan 600 karyawan.

Menurut kerabat Ambani, pembangunan rumah ini seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.“Itu hanya rumah keluarga namun dalam bentuk yang besar. Tidak harus dipermasalahkan,” ujar kolega Ambani yang tidak disebut namanya kepada Guardian. Orang kaya yang memiliki rumah mewah lainnya adalah Mikail Prokhorov. Dalam daftar orang terkaya yang dikeluarkan Forbes, Prokhorov berada di peringkat 39 dengan kekayaan sebesar USD13,4 miliar.

Di Rusia, Prokhorov hanya kalah dari Vladimir Lisin yang mempunyai kekayaan USD15,8 miliar. Dengan kekayaannya itu, Prokhorov dapat membeli banyak hal, termasuk rumah yang sarat dengan sejumlah nilai sejarah. Satu rumah yang dimilikinya adalah Villa Leopolda yang dibangun Raja Leopold II dari Belgia pada 1902. Vila itu dibeli Mikail Prokhorov pada 2008 dengan harga jauh di atas harga sesungguhnya, bahkan jauh lebih mahal dari vila modern termewah di situ.

Pemecahan Masalah :

Mungkin akan lebih bermanfaat jika kekayaan yang dimilikinya digunakan untuk membantu sesama, 55% bukan angka yang sedikit, dengan kekayaannya dia bisa mengurangi jumlah kemiskinan di negaranya sendiri. Membangun rumah pencakar langit hanya akan semakin membuat jarak antara kalangan masyarakat. Membangun suatu usaha yang mempekerjakan sebagian rakyat miskin lebih baik dari pada sekedar membangun rumah pribadi.

Sumber :

http://suar.okezone.com/read/2010/10/24/283/385780/para-pemilik-istana-berharga-selangit

0 komentar:

Posting Komentar