Minggu, 22 April 2012

Ingatkan aku

tentang mata itu,
tentang wajah itu,
tentang bibir itu,
tentang suara itu,
tentang sentuhan itu,
tentang perbedaan itu,
tentang keegoisan itu,
tentang kebodohan itu,
tentang semua kesalahan itu,

tentang cintaku yang terlihat bodoh dimatamu,
tentang semua kasih sayangmu, yang terasa semakin mahal,
tentang mataku yang tak lagi melihat semua keindahan dirimu,
tak ada lagi pesan cinta yang membara, tak ada lagi rindu yang menggebu
tak ada lagi tawa bahagia...

ingatkan aku tentang semua kasih sayangmu, semua kelembutanmu,
semua tawamu, semua candamu, semua perhatianmu, dan semua yang aku raskan tentangmu

Minggu, 25 Desember 2011

It's Over

aku tak pernah ingin melepaskan,,
tapi mungkin Tuhan sudah cukup memberiku waktu
untuk bersamamu
aku menyayangimu lebih dari menyayangi diriku sendiri
karena kau adalah hatiku
kau takkan pernah mengerti tentang semua ini
karena kau hanya berkaca pada dirimu sendiri
kau menciptakan begitu banyak warna
ribuan cerita
ratusan kata cinta
dan sejuta rasa
kau selalu membuatku merasa istimewa
wanita paling beruntung yang memilikimu
setidaknya sempat memilikimu
aku selalu merasa luar biasa ketika melihat mu tersenyum dan tertawa
aku rela menukar semuanya
hanya untuk melihat senyum dan tawamu
tapi waktuku berhenti sejenak
ketika harus kulepaskan dirimu
senyum dan tawamu tak lagi untukku
aku tak mampu lagi membuatmu tersenyum
dan aku melepaskanmu agar kau tetap tersenyum dan tertawa
meskipun kita tak lagi harus bersama...

Minggu, 22 Mei 2011

hanya sebatas cerita

aku berjalan bersamanya,, bahkan dia melihatku, entah tatapan dengan makna apa,
dia lah sumber kegalauanku, dan dia orang yang sama yang sudah menciptakan tawa dan air mata,
aku seperti tak pernah bangun dari mimpiku,
hanya saja Tuhan terlalu baik membuatnya menjadi nyata, dia melihat, mendengar, tertawa,
itu benar-benar untukku, aku yang selama ini hanya mampu bersembunyi untuk melihatnya
sesaat kau membuatku terjebak dalam surga kecil, yang berada didasar jurang terjal,
dan aku terjun kejurang itu hanya untuk merasakan surga kecil itu bersamamu,, dan aku
tak pernah menyesal pernah terjun ke dalam jurang dan merasakan surga kecil itu,,
meskipun untuk terjun kejurang itu aku melukai diriku sendiri, aku tak pernah takut sedikitpun,
dan kemungkinan terburuk adalah, aku benar-benar tak menemukan surga kecil itu didasar jurang, namun sebelum kulangkahkan kaki ku untuk terjatuh kejurang itu aku sudah meyakinkan hatiiku, bahwa ini hanya mimpi dan jika ini benar-benar terjadi aku harus tetap kembali kedunia dimana aku berada sebelum ini, setiap hari kau membuat hatiku begitu dahsyat untuk memilikimu, namun disamping itu ku simpan sisa hatiku yang lain agar mampu bartahan ketika kau pergi, ketika surga kecil tak lagi nyata, ketika tak ada lagi cerita kita.
aku tak pernah tau rasanya akan seperti apa, ketika aku benar-benar kehilangan, yang ku tau hanya mengumpulkan kekuatan sebesar mungkin untuk tetap bertahan seteelah semuanya kembali seperti semula.

Rabu, 06 April 2011

Mencintaimu Seperti . . . . .

Aku mencintaimu seperti air,

yang hanya bisa mengalir,

tapi tak pernah tau akhir,

tidak tau akan dibawa kemana,

tidak tau akan berakhir dimana,

atau selesai dengan cara seperti apa,

aku mencintaimu seperti bintang,

yang hanya mampu memandang

memandang dari kejauhan

meski tak sanggup merengkuh,

tapi akan kujaga sepenuh hatiku,

tapi aku takkan mencintaimu seperti matahari,

yang membuatmu gerah,

dan menghambat setiap langkahmu,

aku ingin kau melihatku,

meskipun tak melihat hatiku,

aku ingin kau disampingku,

meski tak bersanding denganku,

aku ingin kau tersenyum,

meski senyum itu bukan untukku,

aku bahagia meski hanya dengan bayanganmu..

Selasa, 05 April 2011

Jati Diri Bangsa Yang Mulai Terkikis Era globalisasi


Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.

Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.

Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :

  1. Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
  2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut
  3. Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).
Namun semua nilai-nilai itu kini mulai luntur dan terbawa arus perkembangan jaman yang menuntut untuk mengikuti alurnya. Perkembangan Informasi dan teknologi berperan besar dalam mempengaruhi kebudayaan saat ini.

Dari hal yang paling pokok saja misalnya makanan, saat ini masyarakat sudah mulai lupa dengan makanan tradisional khas daerahnya masing-masing, misalnya kue cikak, dodol garut, rambut nenek dll, kini anak-anak lebih tertarik dengan es krim, panekuk, spagetti dll.
Bukan hanya itu, dari segi pakaian sebagai orang Indonesia yang menganut asas ketimuran kita terbiasa dengan berpakaian sopan dan rapih, tapi kini semua adat ketimuran diabaikan begitu saja, celana pendek, rok mini tank top dll.
belum lagi masalah silaturahmi yang sekarang menjadi semakin mudah tapi tidak melestarikan nilai-nilai kebudayaan, istilah 'soan' yang artinya berkunjung kini jarang dilakukan karena sudah ada telepon, internet dll.
dari hal yang paling mendasar hingga hal yang paling tinggi kini sudah dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi yang membuat masyarakat menganut hidup konsumtif dan Westernisasi atau kebarat-baratan. Hendaknya kita semua mampu menyaring perkembangan jaman agar tidak menghilangkan budaya dan jati diri sebagai Bangsa Indonesia. Tidak perlu menyalahkan siapapun, kita mulai saja dari diri kita sendiri.


sumber :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSfYY6ltwYidCWDiTgdV18DLwA8M5e4KgQnYMPjLvF-L6VvcrZNPkzsDjwHyRA4cg6-WZBsZqc-nwaE3A7HP6OQEmk57xP3FwZr5KNzxpA7r5H2hpbRSxi2eoK22n7wG4ezWwBGiV-rpJg/s1600/net7.jpg
http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai-nilai_budaya

Tari gandrung

Tari Gandrung Banyuwangi berasal dari kata "gandrung", yang berarti 'tergila-gila' atau 'cinta habis-habisan' dalam bahasa jawa. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas dan joged bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik(gamelan).


Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dan telah menjadi ciri khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika Banyuwangi selalu diidentikkan dengan gandrung. Kenyataannya, Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung dan patung penari gandrung dapat dijumpai di berbagai sudut wilayah Banyuwangi.

Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya. Menurut kebiasaan, pertunjukan lengkapnya dimulai sejak sekitar pukul 21.00 dan berakhir hingga menjelang subuh (sekitar pukul 04.00).

Sejarah

Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki yang didandani seperti perempuan dan, menurut laporan Scholte (1927), instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung lanang ini adalah kendang. Pada saat itu, biola telah digunakan. Namun demikian, gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun 1890an, yang diduga karena ajaran Islam melarang segala bentuk transvestisme atau berdandan seperti perempuan. Namun, tari gandrung laki-laki baru benar-benar lenyap pada tahun 1914, setelah kematian penari terakhirnya, yakni Marsan.

Gandrung wanita pertama yang dikenal dalam sejarah adalah gandrung Semi, seorang anak kecil yang waktu itu masih berusia sepuluh tahun pada tahun 1895. Menurut cerita yang dipercaya, waktu itu Semi menderita penyakit yang cukup parah. Segala cara sudah dilakukan hingga ke dukun, namun Semi tak juga kunjung sembuh. Sehingga ibu Semi (Mak Midhah) bernazar seperti “Kadhung sira waras, sun dhadekaken Seblang, kadhung sing yo sing” (Bila kamu sembuh, saya jadikan kamu Seblang, kalau tidak ya tidak jadi). Ternyata, akhirnya Semi sembuh dan dijadikan seblang sekaligus memulai babak baru dengan ditarikannya gandrung oleh wanita.

Tradisi gandrung yang dilakukan Semi ini kemudian diikuti oleh adik-adik perempuannya dengan menggunakan nama depan Gandrung sebagai nama panggungnya. Kesenian ini kemudian terus berkembang di seantero Banyuwangi dan menjadi ikon khas setempat. Pada mulanya gandrung hanya boleh ditarikan oleh para keturunan penari gandrung sebelumnya, namun sejak tahun 1970-an mulai banyak gadis-gadis muda yang bukan keturunan gandrung yang mempelajari tarian ini dan menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian di samping mempertahankan eksistensinya yang makin terdesak sejak akhir abad ke-20.

Tata busana penari Gandrung Banyuwangi khas, dan berbeda dengan tarian bagian Jawa lain. Ada pengaruh Bali (Kerajaan Blambangan) yang tampak.


Tari Gandrung Berkembang di Lombok dan Bali

Denpasar (ANTARA News) - Tari gandrung, sebuah tari pergaulan yang hidup dan berkembang di Banyuwangi, Jawa Timur hingga sekarang, sebenarnya juga terdapat dan berkembang di Lombok dan Bali.

"Di Bali, tari gandrung itu kini lebih dikenal dengan tari `joged muani`, yang juga mengemban misi sebagai tari pergaulan yang cukup digandrungi anak-anak muda," kata Kadek Suartaya SKar, MSi, dosen Program Studi Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, kemarin.

Ia mengatakan, tari pergaulan di Banyuwangi, Bali dan Sasak, Lombok itu memiliki kekhasan dan keunikannya masing-masing.

Di Banyuwangi tari gandrung hingga kini masih menunjukkan plah tingkah penari yang bernuansa kemesraan, sedangkan di Lombok berlenggang-lenggok riang. Untuk di Bali, selain menarinya begitu atraktif, juga bergoyang pantat dengan sorot mata "menantang".

Namun demikian, kata dia, di Bali kini tidak banyak lagi ditemukan seni `joged` yang penarinya adalah kaum lelaki itu.

Suartaya yang sering memperkuat tim kesenian Bali untuk mengadakan pentas ke mancanegara menambahkan, seni pertunjukan sejenis gandrung sesungguhnya juga banyak dijumpai di sejumlah daerah di Nusantara.

"Kesenian itu masih satu `genre` dengan ketuktilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas dan joged bumbung di Bali," ucapnya.

Bila gandrung dibawakan oleh lelaki, joged bumbung di Bali tampil dengan penari wanita yang kemudian berjoget berpasangan dengan penari pria yang muncul dari kalangan penonton pertunjukan.

"Jadi, seorang wanita penari profesional, menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik gamelan `gerantang` yang terbuat dari bilah bambu," tutur Suartaya.

Penampilannya senantiasa disertai unsur-unsur erotisme seperti juga dalam tari ronggeng di Jawa Barat.

Pada masa lalu, penari gandrung memang banyak mengundang debar asmara kaum pria, padahal para penari gandrung itu sendiri adalah laki-laki.

Di Banyuwangi kesenian gandrung pada awalnya dilakoni oleh kaum pria, setidaknya hingga tahun 1890-an. Baru pada tahun 1914 penari wanita dihadirkan setelah kematian penari pria terakhir, Marsam.

Penari gandrung wanita pertama Banyuwangi bernama Semi, seorang gadis kecil yang sakit-sakitan, yang kemudian berkaul, jika sembuh akan menjadi penari gandrung.

Berbeda dengan di Banyuwangi, di Bali hingga kini tari gandrung masih dibawakan penari laki-laki. Salah satu grup seni pertunjukan gandrung yang masih bertahan adalah Sekaa Gandrung Banjar Ketapian Kelod, Denpasar, yang masih mempertahankan penari pria.

Kesenian gandrung yang disakralkan oleh komunitasnya itu lebih menampilkan diri sebagai presentasi estetik. Melalui iringan musik bambu yang disebut gerantang, gandrung Bali menyuguhkan raga keindahan tari yang lazim dijumpai dalam tari klasik legong keraton.

Suartaya menambahkan, seperti halnya di Banyuwangi, diduga kuat tari gandrung di Lombok pada awalnya juga dibawakan oleh kaum pria.

Gandrung Lombok yang kini lazim dibawakan kaum wanita itu masih eksis sebagai sajian yang menampakkan karakter tari Bali dan Banyuwangi.

Nuansa Bali tampak kental pada tata tarinya yang sebagaian besar memakai perbendaharaan gerak tari tradisional Bali. Unsur Banyuwangi dihadirkan dalam balutan busana, khususnya pada gelungan atau tutup kepala penarinya.

Struktur penyajian gandrung Lombok adalah bapangan, tangis, penepekan, dan pengibingan. Pada bagian pengibingan, penonton pria masuk ke arena pentas berpasangan dengan sang penari.

Urut-urutan penampilan gandrung Lombok tersebut hampir sama dengan tari joged bumbung di Bali, di mana bagian terakhir, pengibingan, yang paling ditunggu-tunggu partisipan pria dan penonton pada umumnya, ujar Kadek Suartaya.


Hendaknya kita sebagai generasi penerus memiliki kepedulian terhadap kesenian tradisional, agar mampu diwariskan kepada anak cucu kita. Agar kekayaan Indonesia tidak terhapus oleh jaman. Kita semua memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk melestarikan kebudayaan dan kekayaan alam Indonesia.


sumber :
http://legendaraya.blogspot.com/2011/03/mengenal-tari-gandrung-bayuwangi.html
http://www.antaratv.com/print/1297809429/tari-gandrung-berkembang-di-lombok-dan-bali
http://dym2aelah.files.wordpress.com/2010/10/3447012721_0c294df5a0_o.jpg

Senin, 04 April 2011

Cinta & Luka

cinta memang tidak bisa diduga

dia muncul tiba-tiba

dengan berjuta kejutannya

dan cinta juga adalah luka

luka yang menganga tanpa kita sangka

sehingga membuatnya menyerah

menyerah dengan sebuah kata 'trauma'

dulu aku adalah cinta itu

kini diri ini diselimuti luka hati

yang tak pernah tau kapan terobati

Tuhan ini cintamu

dan luka ini milikmu

maka kupasrahkan pula hatiku

hanya pada-Mu

karena ku tau Engkau begitu menyayangiku

Kau menorehhkan luka itu

agar aku tau

cinta takkan selalu seperti inginku

dan ku tau

waktu

akan menjawab semua tanyaku

tentang cinta yang kumau