Minggu, 31 Oktober 2010

pemuda dan sosialisasi

Polisi Bubarkan Tawuran Pelajar

TRIBUN TIMUR/ABBAS SANDJI

Ilustrasi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, membubarkan tawuran antarpelajar yang melibatkan dua SMK swasta di Lapangan Merdeka, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Selasa (5/10/2010).
Polisi dengan cepat membubarkan pelajar yang sudah saling berhadapan dan saling lempar serta ejek dari dua SMK tersebut karena Lapangan Merdeka kebetulan berdekatan dengan Mapolres Sukabumi Kota.
Tidak ada korban baik luka ringan maupun berat tetapi polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelajar yang diduga menjadi provokator aksi tawuran tersebut.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Anwar mengatakan aksi ini pecah diduga akibat saling ejek antara pelajar kedua SMK swasta yang berujung dengan aksi tawuran.
"Untungnya petugas kami yang di lapangan berhasil membubarkan aksi tawuran ini sehingga tidak sempat melebar," kata Anwar.
Anwar menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para pelajar yang terlibat aksi tawuran.
Ia menegaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus tawuran ini. "Dugaan sementara terjadinya tawuran ini akibat saling ejek," tegasnya.
Menurutnya, aksi tawuran antarpelajar di Sukabumi sudah lama tidak terjadi. Kemungkinan aksi ini pecah akibat ada provokator maka dari itu pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan siapa yang menjadi otak di balik aksi ini.
Ia menuturkan, akibat aksi ini ikrar antitawuran yang pernah dilakukan beberapa bulan lalu menjadi ternoda.
Agar kejadian ini tidak terulang kembali maka pihaknya berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperketat pengawasan kepada para pelajar.
"Kami tidak ingin aksi seperti ini terulang kembali," tuturnya.
Anwar menjelaskan, ada beberapa daerah yang sangat rawan terjadi aksi tawuran pelajar di Kota Sukabumi seperti di Jalan Ahmad Yani, Lapangan Merdeka, RE Martadinata, Jalan Veteran dan beberapa jalan lainnya.
"Aksi tawuran pelajar ini biasanya berawal dari saling ejek antarpelajar dan akhirnya terjadi tawuran," jelas Anwar.

Pemecahan Masalah :
Pemuda Indonesia adalah masa depan bangsa, untuk itu para pemuda Indonesia harus disadarkan dengan tanggung jawab itu, Indonesia tidak akan menjadi lebih maju dengan tingkah laku yang mungkin sudah menjadi budaya yaitu tawuran. Para penerus bangsa itu harus dibimbing dengan benar, Indonesia membebaskan warga negaranya untuk berekspresi, tetapi setiap kebebasan yang diberikan memiliki aturan tersendiri. dan cara menyelesaikan maslah tidak harus selalu dengan kekerasan. pihak sekolah dan aparat harus memberikan sosialisasi yang intens kepada para siswa agar lebih bertanggung jawab dengan tingkah lakunya, dan memberikan sanksi yang sangat tegas tiap kali mereka melakukan tawuran, dan membangun psikologis dari siswa pun harus dilakukan agar mereka mampu mengendalikan emosi mereka sehingga tidak mudah diprovokasi.

individu, keluarga dan sosial


3.853 Kasus Narkoba libatkan siswa SD

Jakarta (Espos) Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia semakin memprihatinkan. Angka terbaru di Badan Narkotika Nasional (BNN), penyalahgunaan Narkoba di tingkat sekolah dasar (SD) menunjukkan angka yang mencengangkan, yakni mencapai 3.853 kasus.

Jumlah tersebut hanya terhitung sampai bulan Juni 2007. Dari bulan Juli 2007 sampai Februari 2008 belum dihitung.
Kepala Pelaksana Harian BNN, Komjen Made Mangku Pastika menyatakan dengan angka temuan BNN itu, Narkoba seharusnya menjadi permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. “Apalagi penyalahgunaan Narkoba itu sudah mulai marak di ditingkat pendidikan dasar,” ujar mantan Kapolda Bali itu kepada wartawan sebagaimana dikutip dari kompas.com, Kamis (14/2).
Mangku Pastika mengingatkan, tingginya angka penyalahgunaan Narkoba di tingkat usia dini ini sangat mengagetkan. Menurut Mangku Pastika, angka yang paling banyak terjadi penyalahgunaan Narkoba terjadi di tingkat SLTA.

Sampai pada bulan Juni 2007, penyalahgunaan pada pelajar berseragam abu-abu putih ini sudah mencapai angka 22.225 kasus. Sementara di tingkat pelajar SLTP angka penyalahgunaan Narkoba mencapai 6.853 kasus.
Urutan peringkat berikutnya adalah pada anak-anak sekolah dasar, yakni 3.853 kasus, atau jauh lebih banyak dibanding tingkat penyalahgunaan di tingkat perguruan tinggi, yakni hanya tercatat 764 kasus. -
dni

Solopos.
Edisi : Jum'at, 15 Februari 2008 , Hal.XI

pemecahan masalah
Kasus diatas sangat memprihatinkan, apalagi dilihat dari jumlahnya yang sudah mencapai ribuan. ini merupakan tanggung jawab bersama,
biarkan pemerintah menjalankan tugasnya, dan kita fokus dengan pribadi kita masing-masing. cara penanggulangan dari masalah ini adalah dengan memberikan peringatan keras terhadap anak agar tidak mengkonsumsi jenis makanan apapun dari orang yang tidak dikenal. biasa na teknik yang digunakan oleh pengedar untuk anak sekolah dasar adalah berbentuk permen atau pun cokelat, sehingga anak-anak itu mudah tergiur, kemudian perhatian dari keluarga terutama orang tua sangat penting, sebagai orang tua harus memantau stiap kegiatan si anak tetapi tidak harus mengekang, dan dukungan dari masyarakaty tidak kalah pentingnya, masyarakat sekitar harus berperan aktif dalam mengawasi orang ataupun tamu yang gerak geriknya mencurigakan. dengan partisipasi dari berbagai pihak mudah-mudahan dapat meminimalisir pengedaran narkoba dilingkungan anak sekolah.
sumber :

http://sarisolo.multiply.com/journal/item/39/MENGERIKAN.....3.853_Kasus_Narkoba_libatkan_siswa_SD_

Kamis, 10 Juni 2010

___MeNuNgGu___

"kriiiiiiiiiiiingggggg" bel sekolah berbunyi tanda aktivitas belajar mengajar selesai, aku bergegas membereskan semua buku dan keluar dari kelas, "ayo cepetan, aku takut dia nunggu lama" indah bergegas membereskan peralannya. " memang kamu ada janji sama siapa sih?" indah penasaran. indah dan aku bertetangga, kebetulan kami satu sekolah dan satu kelas, jadi kami selalu pulang dan berangkat bareng. "Kian bilang mau ketemu sama aku, kangen katanya, hehe" kedua ujung mulutku manarik 5cm sampai membentuk senyum lebar, seperti senyum kemenangan.kian adalah pacarku. "yakin kamu? terus febry gmana?" indah memastikan situasi. yuphz....febry adalah cowok kedua yang berstatus sebagai pacarku. kian dan febry sama-sama tau, dan aku berada diposisiku sekarang juga karena kenekatan mereka berdua.
aku ditha nadya, aku kelas satu di SMA Naluri. aku bukan cewek cantik, putih dan feminin yang bisa bikin cowok-cowok klepek-klepek. tapi justru itu yang bikin aku bingung, kenapa cowok-cowok itu nekat tetep deketin n mau jadi pacarku, padahal mereka semua tau aku udah punya cowok. aku sayang bgt sama kian begitu juga sebaliknya, kami udah pacaran selama 3tahun. bisa dibayangin selama 3tahun kita pacaran cowok-cowok itu gak pernah berenti xmx, telpon, bahkan ngajak jalan. bisa bayangin gak selebar apa kesabaran kian? tapi bukan berarti selama itu juga aku gak pernah makan hati. kian emank sayang sama aku tapi dia sangat menyukai dunia malam. dan itu yang selalu menyakitiku. bukaan..bukan...kian gak seumuran sama aku, kami beda 5tahun jadi dy udah bebas mau kemanapun.
aku pacaran backstreet dari keluarga soalnya belum boleh pacaran sama nyokap n kak nitha. kak nitha itu kakak perempuanku, kami cuma beda 2tahun.
"makanya cepetan sebelum kelasnya dia keluar duluan" aku menjawab pertanyaan indah masih dengan tergesah-gesah. febry satu tingkat diatasku makanya kami tidak sekelas. "terus kalau dia nanya gmana?" tanya indah, berhubung rumah ku dan febry lawan arah jadi kebersamaan kami hanya didalam sekolah, dia hanya sesekali menjemputku ditempat private."itu masalah nanti" aku menyepelekan, "tau dech yang punya cowok super baik". "iya donk, gw gitu..." sempet-sempetnya aku senyum. sambil jalan menuju terminal biz kami terus bercanda. sekolaah kami tidak jauh dari terminal biz jadi cukup jalan kaki. "iya tapi kamunya yang super jahat!" balas indah, bibirku langsung maju hampir 5cm. "bukan aku yang jahat, tapi dia yang mau" belaku, "iya...iya..." indah pasrah.
selama perjalanan aku menatap langit, bukan melamun tapi memikirkan alasan yang mau aku kasih buat nyokap n febry. "sssttttt.." indah menyikut lenganku, "apa?" tanyaku risih karena belum sempat menemukan alasan yang tepat untuk nyokap n febry. "kamu tuh yang kenapa?" kata indah " dari tadi melongo aja udah kaya sapi ompong" lanjut indah, " aku tuh lagi nyari alasan buat nanti dirumah, mamah pasti nanya kalau aku gak pulang bareng kamu" jawabku dengan nada tak bergairah. "cuma itu?" tanya indah, "maksudnya?" aku bingung. "kak nitha?", mataku langsung melotot seolah-olah mau keluar dari sarangnya " OMG..oiya, mudah-mudahan kak nitha pulang telat ya" ngarep bgt. "amin..." balas indah.
seperti biasa kian menunggu ku diujung jalan rumah, aku melihat sosok yang setiap hari aku rindukan bersandar pada pohon besar. "aku kesitu dulu ya..." aku pamit padaa indah, "mmm" indah hanya mengangguk. dia melihat ku dan aaku tidak pernah bisa menyembunyikan perasaanku setiap kali melihatnya tersenyum karena dia punya lesung pipi dan gigi tanggalnya yang terlihat disela-sela bibirnya yang senyum padaku. dia memang selalu membuat dadaku berdetak lebih cepat dari biasanya. " hai " sambil menyunggingkan senyum terindah yang kupunya. "hai juga, capek ya?" seperti biasa dia melihatku lepek karena keringat, dia hanya menggacak-ngacak rambutku, dan bagian itu yang paling aku suka. " udah lama?" aku berharap dia hanya menungguku selama 5menit. "lumayan " jawaban yang singkat, padat dan jelas, tetapi senyumnya tak pernah hilang dari bibirnya. " maaf ya ","gak papa kok" menenangkan aku yang merasa bersalah. " jangankan 1jam, 30tahun pun aku akan nunggu kok" kemenangan langsung tergambar jelas diwajahku, senyum yang sangat lebar tanpa sadar muncul diujung bibirku, dan jantungku lompat-lompat kegirangan.
tapi tiba-tiba jantungku sangat cepat, tapi itu bukan karena senyumnya, aku merasa ada firasat tidak baik yang akan terjadi setelah ini, senyum belum lenyap dari bibirku karena aku tak mau dia khawatir. pandanganku kosong keseberang jalan, namun otak ku bekerja keras memikirkan apa yang sedang terjadi dirumah, saat kesadaranku kembali, aku hanya diam dengan mulut menganga tanpa sadar, aku masih ingat saat indah menanyakannya dibiz, "kak nitha?" suaranya seolah-olah terdengar kembali. yuphzzzz...kini bukan hanya namanya tapi orang nya berada diseberang jalan yang sedang kupandangi, dia baru saja turun dari biz.
"aku harus sembunyi, sebelum kak nitha melihatku" bisikku dalam hati, seolah-olah kak nitha bisa mendengar kata-kataku tadi. aku menarik pandanganku dan reflek bersembunyi dibalik pohon. "knpa?" kian heran melihat tingkahku. "sini.." tanganku langsung menggapaai tangannya. namun terlambat aku menyelamatkan kekasih hatiku, mata kak nitha terlanjur menemukan sosok kian, dan pasti sedikit bayanganku disana.
meskipun lebih tua dari kak nitha, kian tidak berminat mencari gara-gara dengan dengan kak nitha. "OMG...mampus gw" sampil menepukan telapak tanganku dijidatku. "kamu jangan ngeliatin dia, plissss" aku memohon pada kian agar tidak mengarahkan matanya pada kak nitha. kak nitha tau hubunganku dan kian karena rumah kian dan rumahku hanya bedda gang, dan dari yang aku dengar kak nitha pernah melabrak kian dan melarangnya untuk berhubungan denganku. tapi kian dan kak itha sendiri tak pernah membahas masalah itu padaku. dan aku pun tak pernah berani untuk bertanya.

Selasa, 08 Juni 2010

___GaRa-GaRa_FiLm___

gw gak suka berpikiran sempit tentang banyak hal, misalnya tentang keluarga, pershabatan, belajar, bahkan status. tapi gw sadar 1 hal, gw gak bisa berpikir luas tentang suatu hubungan, antara gw dan makhluk yang disebut laki-laki. cara pandang gw terhadap mereka berubah sejak gw kenal sama satu cowok yg bikin gw sadar gak semua yg gw mau bisa gw dapet n gak semua cowok mau ngelakuin semua hal buat gw. sejak itu gw gak percaya dengan kemampuan gw menaklukan cowok. ditambah dengan lingkungan sekitar gw yang bikin gw tambah sadar "banyak warna" dalam hidup. dan salah satunya karakter orang. gw gak bisa maksain cowok buat sayang sama gw setulus hati. tapi bukan berarti gw gak pernah pacaran lama, gw pernah ngejalanin hubungan lama sampe 3 tahun, n itu tetep jadi cerita terindah dalam hidup gw sampe sekarang. gw gak pernah berpikir jelek tentang dy, walaupun dy udah berkeluarga sekarang tapi gw berharap gw bakal ketemu sama cowok yg kaya dy. bukan fisik atau materinya yg gw mau, tapi cara dy sayang sama gw n caranya dalam memandang suatu hubungan. dari sekian banyak warna yg gw tau tentang cowok, yg bisa gw liat cuma warna hitam, gak tau kenapa. gw ngerasa cowok yg paling baik itu cowok yang ada disebelah gw sabagai teman bukan sebagai pacar. dan cowok paling berbahaya adalah cowok yang mau gw jadi pacarnya. gw pacaran sama cowok tapi nganggep itu sebagai perang gender, bukan buat saling mendalami karakter. entahlah tapi diotak gw cuma ada kalimat "jangan mudah bertekuk lutut sama cowok".
gw gak suka sama hal-hal yg bisa bikin gw mikir tentang kesalahan gw dalam memandang cowok, karena itu bisa mempengaruhi gw dalam berkomitmen. sampe detik ini gw belum siap berkomitmen dengan siapa pun, gw gak mau buang-buang waktu dengan kata "komitmen" yang ujung-ujungnya tetep harus merelakan hubungan selesai gitu aja tanpa mikirin komitmen yang pernah dibikin. komitmen bukan suatu hal yang dijalanin setengah-setengah. kalau gw gak yakin sakin sama cowok itu ya gw gak mau pura-pura serius. gw gak butuh kepura-puraan dalam hal apapun terutama dalam ngejalanin hubungan. gw yakin cowok yang bakal nemenin gw seumur hidup adalah cowok terbaik. tapi emank gw mesti berusaha keras buat lebih percaya sama perasaan seseorang.
satu lagi gw lebih takut buat pacaran or berkomitmen dari pada mesti jalan, kuliah, n ngelakuin semuanya sendiri alias jomblo. gw gak paranoid sama status jomblo tapi gw paranoid sama kata "komitmen".

Senin, 22 Februari 2010

me vs jerawat

Tips buat yang punya muka sensitif atau berjerawat,
cewek biasanya paling benci kalau ada jerawat nampang dimuka,
untuk itu saya berbagi pengalaman pribadi saya pada kalian semua tentunya yang baca blog saya, heheheheheeeeee..
langsung aja...
1. harus menjaga kulit muka agar tetap bersih, minimal cuci muka dengan pembersih sebelum tidur, maksimalnya setiap habis bepergian langsung cuci muka dengen bersih, apalagi kalau habis berhadapan dengan matahari dan debu.
2. jangan menggunakan produk kosmetik yang mengandung zat-zat keras.
3. usahakan sangat berhati-hati dalam memilih kosmetik yang digunakan dari mulai pembab, alas muka sampai dengan bedak.
4. usahakan jangan terlalu sering bergonta-ganti produk kosmetik, kalau tidak cocok sebaiknya memakai kosmetik dari bahan tradisional untuk menghindari efek samping yang berbahaya.
5. dan apabila merasa benar-benar tidak nyaman dengan jerawat dan mampu untuk konsultasi pada dokter kulit dan kecantikan itu akan lebih baik, jika tidak rawat kulit muka dengan cara tradisional saja seperti sering memmbersihkan muka dengan air hangat dan lain-lain.

catatan : faktor makanan juga dapat mempengaruhi timbulnya jerawat,
contohnya: bakso, gorengan, mie instant dan lain-lain.
tapi kalau anda keberatan untuk menjauhi makanan itu maka
makan saja apa yang anda mau asalkan anda yakin itu tidak
akan berpengaruh pada jerawat, karena sugesti juga dapat
membuat apa yang tidak ada menjadi ada ataupun sebaliknya.
dan menurut pengalaman pribadi saya suasana hati dan pikiran
pun ikut andil dalam terbentuknya jerawat.

saran : tetaplah bersyukur dan happy dengan apa yang kita miliki,
dan jangan lupa selalu berpikir positif dengan apapun.

~ SELAMAT MENCOBA ~

Senin, 23 November 2009

____KaLiAn____

aku tak pernah takut untuk melangkah,,
karena ku tahu kalian akan ada disampingku,,

aku tak pernah takut untuk jatuh,,
karena kalian selalu ada untuk membangunkanku,,

aku tak pernah takut sendiri,,
karena kalian selalu ada bersamaku,,

1 yang selalu ku takutkan,,
jika kalian pergi dari hidupku,,

kalian selalu ada untukku,,
kalian selalu ada dimasa tersulitku,
kalian yang selalu mengusap air mataku,,
kalian yang selalu menunjukkan jalan terbaik untukku,,

____SaKiT____

jantungku berdetak kencang,,
dada ini mulai terasa sesak,,
entah apa yang kurasa,,

menarik nafas panjang pun tak mengurangi sakitnya,,
air mata pun tak sanggup ku tahan,,
ku biarkan semua berjalan,,
ku biarkan semuanya mengalir,,
tanpa arah, tanpa tujuan dan tanpa sandiwara,,
yang ada hanya rasa sakitku sendiri,,

dan dia tak pernah perdulikan rasa sakit ini......